Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengetahui Hari Lahir Berdasarkan Otonan

Om Swastyastu, Beberapa waktu lalu saya sudah sempat posting tulisan dengan judul Cara Mengetahui Otonan Berdasarkan Tanggal Lahir. Kali ini saya akan menulis sesuatu yang terbalik dari tulisan saya sebelumnya. Kali ini saya akan memberikan sedikit tips tentang Cara Mengetahui Hari Lahir Berdasarkan Otonan. Mungkin orang-orang tua (Penglingsir) kita dulu hanya ingat kelahiran berdasarkan hitungan hari Bali / Hindu / otonan jadi jarang mengingat tanggal lahir dan mungkin hanya diingat tahun lahir saja.


Namun sebelum itu kita bahas dulu apa itu Otonan menurut Hindu. Otonan berasal dari kata “pawetuan”, yaitu peringatan hari lahir menurut tradisi agama Hindu di Bali yang didasarkan pada Sapta wara, Panca wara, dan Wuku. Dalam kalender Bali otonan dirayakan setiap 210 hari (setiap 6 bulan) sekali.

Baca Juga: Eka Dasa Wara dan Wuku

Selain itu kita juga harus tahu kalau perhitungan hari menurut hindu adalah berdasarkan tahun Saka yang artinya pergantian hari di mulai dari pagi hari pukul 06.00 dan berakhir juga besok paginya pukul 06.00 waktu setempat. Misalnya hari ini tanggal 5 April 2018, kalau ada bayi lahir pukul 06.00 - 18.00 masih masuk ke pewetuan atau wewaran tanggal 5 April 2018.

Contoh lain, masih di hari yang sama, jika ada bayi lahir dari pukul 18.00 - 06.00 besoknya maka wewaran untuk otonan masih memakai tanggal 5 April 2018 yakni  Wraspati, Kliwon Ukir. Loh bukanya pukul 24.00 lewat sudah masuk tanggal 6 April 2018? Iya betul, untuk ulang tahun atau administrasi kependudukan memang memakai tanggal 6 April 2018 namun untuk perhitungan wewaran otonan masih memakai tanggal 5 April 2018 karena hari itu masih harinya tanggal 5 berdasarkan kalender Bali (saka).

Jadi waktu lahir juga mempengaruhi Otonan yang dipakai, misalnya admin sendiri lahir pukul 24.00 lewat dikit pada tanggal 1 Februari, namun karena hari itu masih milik tanggal 31 Januari menurut Hindu maka Otonan saya memakai wewaran dari tanggal 31 Januari yakni Soma Paing Kelawu. Jadi ingat jangan sampai salah membuat dedinan otonan bagi kamu yang baru memulai jadi orang tua untuk anak tercinta nanti.

Perlu diingat lagi, jika lahir pada awal-awal tahun biasanya dedinan muncul dua kali karena ketika 360 hari kurang 210 hari masih tersisa satu kali pada tahun yang sama. Seperti hari lahir saya jika kamu mengetik

Baca juga: Cara Mengetahui Otonan berdasarkan Tanggal lahir.

Baiklah saya tidak akan berlama-lama lagi, untuk mengetahui tanggal lahir berdasarkan otonan caranya sangat mudah hanya dengan bantuan dari website tentang kalender Bali. Silakan klik saja disini untuk langsung menuju form konversi dari Wewaran menjadi tanggal lahir. Sebagai contoh ada orang yang bertanya di kolom komentar Youtube saya tentang tanggal lahirnya berdasarkan Otonan, isi komentarnya seperti ini.

"Bisa bantu tolong carikan kelender 1974, saya pengen tahu tanggal lahir saya. Saya lahir Kamis (Wraspati) Kliwon. 55 hari sebelum Galungan 1974. Mungkin ada yang bisa bantu menemukan kalender 1974. makasih banyak atas infonya."

Saya pun sudah sempat mencari hasilnya dengan bantuan Web tersebut dan berikut adalah balasan saya terhadap komentar tersebut.

"Saya sudah sempat mencari berdasarkan informasi yang Bapak berikan, kalau tidak salah bapak lahir tanggal 25 Juli 1974 Wraspati, Keliwon Ukir, karena tahun 1974 ada dua kali Galungan yakni bulan Februari dan September jadi yang cocok sebagai acuan adalah Galungan di bulan September dan 55 hari sebelum Galungan adalah tanggal 25 Juli 1974 Wraspati, Keliwon Ukir, Suksema."

Jika kamu sudah klik Website tersebut maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. 

Berdasarkan kasus tersebut pertama kita cari dulu berapa kali Galungan pada tahun 1974. Seperti kita ketahui Galungan jatuh pada Buda Kliwon Dungulan, maka pada kolom nomor satu kita masukkan panca wara (kliwon) kolom kedua kita masukkan Saptawara (buda) dan kolom keiga kita masukkan Wuku (Dungulan) dan pada kolon keempat kita masukkan rentang tahun yakni 1974 dan 1974 sesuia contoh di atas, kemudian klik hasilnya.


Hasilnya adalah untuk tahun 1974 Galungan ada dua kali yakni tanggal 20 Februari dan 18 September 1974. Berdasarkan clue yang satu lagi bahwa dia lahir 55 hari sebelum Galungan. Maka kita hitung mundur dari Galungan 20 Februari 1974 jika di kurang 55 hari maka akan jatuh pada 4 Desember 1973, jadi untuk itu Galungan ini tidak cocok.

Kita lihat Galungan yang kedua yakni tanggal 18 September 1974, jika dikurang 55 hari sebelum Galungan maka akan jatuh pada tanggal 25 Juli 1974 jadi yang cocok dengan clue tersebut adalah Galungan yang jatuh pada tanggal 18 September 1974.


Setelah itu kita coba masukkan otonan orang itu yang diketahui hanya Panca wara (kliwon) pada kolom satu dan Sapta wara (wraspati) pada kolom dua dan pada kolom tiga kita masukkan tahun 1974 dan klik hasilnya.


Setelah diklik hasilnya maka ada beberapa hasil yang muncul. Sekarang kita cek dengan clue 55 hari sebelum Galungan pada tanggal 18 September 1974. Jadi hasil yang paling cocok adalah hasil dengan tanggal 25 Juli 1974 adalah Kamis (wraspati) Keliwon Ukir. Jadi orang yang bertanya itu adalah lahir pada tanggal 25 Juli 1974.


Nah itulah cara mengetahui tanggal lahir berdasarkan otonan, semoga bermanfaat bagi mereka yang saat ini sedang ingin mengetahui hari lahirnya berdasarkan otonannya, semoga berhasil.

Tampilan di atas adalah tampilan website ketika dibuka di komputer, jika dibuka lewat HP maka tampilannya akan beda, untuk tutorialnya dengan memakai HP silakan tonton video di bawah ini terimakasih. Om Santhi, Santhi,Santhi Om.

Posting Komentar untuk "Cara Mengetahui Hari Lahir Berdasarkan Otonan"