Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nyapatin, Nyen Ane Ngidih Nasi?

Hindubali.com - Halo Brosis, jumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang kisah Nyapatin bayi yang baru lahir yang sudah berusia abulan pitung dina (35+7) hari sesuai kalender Bali. Istilah Nyapatin yang ada di desa saya yakni Tamblang, secara simple Nyapatin ini bertujuan untuk mengetahui siapa yang reinkarnasi (ngidih nasi)lahir kembali / pada badan kasar sang bayi yang baru lahir.


Nah kebetulan anak saya sudah berusia 42 hari dan pada hari ini tidak pasah maka sudah bisa datang ke seorang Tapakan / balian yang bisa melaksanakan prosesi ini. Pada hari ini Rabu, 23 Februari 2022, saya dan keluarga besar datang ke seorang Tapakan yang sudah kasub di desa Tamblang dan juga terkenal di daerah lain, makanya banyak yang nyapatin di sana dari luar desa Tamblang.

Nah kebetulan hari ini dapat nomor urut yang pertama yakni jam 8 sudah harus disana, maka kami berangkat dari rumah pukul 7.30 wita karena jaraknya dekat. Sampai disana tidak langsung mulai, harus nunggu dulu lagi sekitar 30 menit untuk mulai prosesi ini.

Singkat cerita, jro tapakan mulai tidak sadarkan diri, atau bisa dibilang dirasuki roh orang yang dipanggil tadi sesuai dengan tujuan awal kita kesana. Nah akhirnya kita mulai bercakap dengan roh/jiwa yang dipanggil oleh Jro Tapakan tadi. Nah yang turun itu mulai memperkenalkan diri, dia adalah yang reinkarnasi ke anak saya.

Beliau bercerita dan memberikan beberapa clue, namun kami semua masih belu ngeh siapa beliau, nah setelah diberikan clue yang terkahir, baru semua sadar siapa sebenarnya Beliau yang reinkarnasi / ngidih nasi. Kompak kami semua pun kaget dan kurang yakin dengan semua itu karena keadaan di skala sudah beda.

Nah namun kami harus tetap percaya dengan semua itu karena penjelasan Jro Tapakan yang membuat kami yakin dengan semua itu. Siapa yang Ngidih nasi? dia adalah bibi saya yang sudah bercerai dengan paman saya dan dia sudah kembali ke rumah bajang dan saat ngaben juga semuanya di rumah bajang.

Namun ada juga beberapa hal yang membuat kami yakin, karena selama hidup dan setelah bercerai dengan paman saya, ada beberapa banten yang belum lengkap jadi dengan demikian yang reinkarnasi saat ini masih bisa kembali ke rumah tuanya (tempat menikah).

Nah selain itu saya juga dulu sempat di peras (dijadikan anak secara niskala) karena kebetulan saya lahir tanpa guru dan juga paman saya tidak punya anak laki cuma punya anak perempuan saja. Jadi kemungkinan itu juga bisa mempengaruhi.

Baiklah mungkin hanya itu cerita singkat saya saat nyapatin anak saya, yang ngidih nasi adalah bibi saya yakni Ni Ketut Karini (alm) mantan istri dari paman saya I Nyoman Karsana yang sudah bercerai sekitar tahun 2012 lalu dan bibi saya meninggal pada tahun (saya lupa).

Mungkin ini pertama kali kejadian dalam keluarga besar kami, orang yang sudah kembali ke rumah bajang, kembali ngidih nasi ke rumah tua, namun siapapun yang ngidih nasi, itu tidak jadi masalah kalau  memang harus seperti itu, mau bagaimana lagi, mungkin beliau dulu sebenarnya tidak ingin berpisah, namun karena keadaan dan juga takdir, semua itu harus terjadi.

Sekarang beliau kembali bersama kami dalam kehidupan nyata, mungkin ada tujuan yang baik kenapa beliau harus kembali bersama kami. Nah mungkin itu cerita singkat kali ini, jika diceritakan secara detail maka akan panjang sekali, mohon maaf jika ada salah kata / salah penyampaian. Rahayu.

Posting Komentar untuk "Nyapatin, Nyen Ane Ngidih Nasi?"