Mantra Kramaning Sembah Hindu Secara Umum
Daftar Isi
![]() |
| Foto: bddn.org |
Kramaning sembah dulu disebut juga panca sembah namun dengan alasan tertentu akhirnya panca sembah di ganti namanya menjadi Kramaning Sembah yang merupakan lima mantra pemujaan kepada Dewa dewi dengan memakai sarana bunga dan juga Kwangen.
Saat akan melakukan kramaning sembah maka ada beberapa saranan yang harus disediakan, seperti yang sudah saya sebutkan diatas adalah beberapa macam bunga dengan warna yang berbeda biasanya memakai warna bunga putih, merah dan kuning dan ada juga memakai Kwangen. Kalau dalam bahasa Bali saat melakukan Kramaning sembah disebut juga Muspa.
Baiklah saya tidak akan berlama-lama lagi, seperti apa mantra dari Kramaning sembah atau Muspa dari pertama sampai terakhir dan juga artinya silakan simak di bawah ini.
Pertama adalah Muspa Puyung kedua tangan dicakupkan keatas berada di atas ubun-ubun tanpa memakai sarana dan berikut adalah mantranya
Om à tmà tattwà tmà sùddha mà m swà ha
Artinya: Oh Hyang Widhi, atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah diri hamba.
Kedua adalah Muspa dengan sarana bunga warna Putih untuk memuja dewa Surya, kedua tangan dicakupkan keatas berada di atas ubun-ubun memakai sarana bunga berwarna putih dan berikut adalah mantranya.
Om Adityasyà param jyotirakta tejo namo’stutesweta pankaja madhyasthabhà skarà ya namo’stute
Artinya:
Oh Hyang Widhi, Sinar Hyang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja-Mu. Hyang Surya yang berstana di tengah-tengah teratai putih. Hamba memuja-Mu yang menciptakan sinar matahari berkilauan.
Ketiga adalah Muspa dengan sarana kwangen atau bisa juga bunga warna warni untuk memuja dewa Siwa, kedua tangan dicakupkan keatas berada di atas ubun-ubun, berikut adalah mantranya.
Om nama dewa adhisthanà yasarwa wyapi wai siwà yapadmà sana eka pratisthà yaardhanareswaryai namo namah
Artinya: Oh Hyang Widhi, yang bersemayam pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja.
Keempat adalah Muspa dengan sarana kwangen atau bisa juga bunga warna warni untuk memuja dewa dewi manifestasi Tuhan, kedua tangan dicakupkan keatas berada di atas ubun-ubun, berikut adalah mantranya.
Om anugraha manoharam
dewa dattà nugrahaka
arcanam sarwà pùjanam
namah sarwà nugrahaka
Dewa-dewi mahà siddhi
yajñanya nirmalà tmaka
laksmi siddhisca dirghà yuh
nirwighna sukha wrddisca
Artinya: Oh Hyang Widhi, pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewata, pujaan dari segala pujaan, hamba memuja-Mu sebagai pemberi segala anugrah. Kemahasiddhian dari para Dewa dan Dewi berwujud yadnya suci. kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani.
Kelima atau yang terakhir adalah Muspa Puyung atau tanpa sarana, kedua tangan dicakupkan keatas berada di atas ubun-ubun, berikut adalah mantranya
Om Dewa suksma paramà cintyà ya nama swà ha.
Artinya: Oh Hyang Widhi, hamba memuja-Mu yang tidak terpikirkan.
Selain Kelima mantra di atas yang merupakan Mantra Kramaning Sembah secara umum, ada juga beberapa mantra lain yang diucapkan saat Kramaning sembah bagian ketiga, nah berikut ini adalah beberapa mantra yang ditambahkan saat mengucapkan mantra kramaning sembah bagian tiga saat bersembahyang di beberapa pura dengan memakai sarana Kwangen atau bungan berwarna warni / sekar kangkad.
Om Brahmà Wisnu Iswara dewam
Tripurusa suddhà tmakam
Tridewa trimurti lokam
sarwa wighna winasanam
Artinya:
Oh Hyang Widhi, dalam wujud-Mu sebagai Brahma, Wisnu, Iswara, Dewa Tripurusa Maha Suci, Tridewa adalah Trimurti, semogalah hamba terbebas dari segala bencana.
Bersembahyang di Pura Kahyangan Tiga Pura Desa bisa mengucapkan mantra di bawah ini
Om Isanah sarwa widyà nà mIswarah sarwa bhùtà nà m,Brahmano' dhipatir brahmà Sivostu sadà siwa
Artinya :
Oh Hyang Widhi, Hyang Tunggal, Yang Maha Kuasa menguasai semua makhluk hidup. Brahma Maha Tinggi, selaku Siwa dan Sadasiwa.
Bersembahyang di Pura Kahyangan Tiga Pura Puseh boleh mengucapkan mantra di bawah ini.
Om, Girimurti mahà wiryyam,
Mahà dewa pratistha linggam,
sarwadewa pranamyanam
Sarwa jagat pratisthanam
Artinya: Oh Hyang Widhi, disebut Girimurti Yang Maha Agung, dengan lingga yang jadi stana Mahadewa, semua dewa tunduk pada-Mu.

Posting Komentar